Kamis, 07 April 2016

Enceng Gondok Handicraft Center dengan pendekatan Sustainable Architecture

Hai fabeas!
Alhamdulillah masa pemilihan judul Tugas Akhir tahap satu selesai juga. Dari tiga judul yang aku kirimkan, satu telah diterima!!! >.< Dan luck banget yang diterima adalah yang paling aku sukak. Hehe. Dan ini yang aku share adalah salah satu yang tidak terpilih, siapa tahu bisa jadi inspirasi atau referensi teman-teman. Yang satunya silakan lihat di arsip Bulan Maret 2016 ;)

Menurut aku sih bukan jelek *narsis* hanya saja yang terpilihlah yang lebih kuat latar belakangnya, and maybe its more interesting. Maaf yang terpilih nggak dibocorin hehe. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan huehehe. Okedeh. Simak Bab Pendahuluan tentang Enceng Gondok Handicraft Center saya dibawah ini. Bagi kamu yang ingin mendownloadnya, silakan hubungi saya di email ini (alfina.red@gmail.com)

.

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK SIPIL
PROGRAM STUDI TEKNIK ARSITEKTUR


PROPOSAL SINOPSIS PROYEK AKHIR
Nama: Noor Alfina
Nim: 5112412071
Prodi: Teknik Arsitektur, S1


Enceng Gondok Handicraft Center
di Kawasan Rawapening, Ambarawa
dengan pendekatan Sustainable Architecture  


BAB I PENDAHULUAN


1.1. Pengertian Judul
Untuk mendapatkan pengertian atau judul yang dimaksud maka perlu diuraikan terlebih dahulu definisi dan pengertian kata-kata pokok pada judul.

Enceng Gondok : Eceng gondok atau enceng gondok adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung. Memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang merusak lingkungan perairan.[1] [1]Penyataan berdasarkan sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Eceng_gondok.

Handicraft : Secara umum berasal dari Bahasa Inggris Handicraft yaitu kerajinan tangan yang memiliki arti kegiatan yang berkaitan dengan barang yang dihasilkan melalui keterampilan tangan. Kerajinan yang dibuat biasanya terbuat dari berbagai bahan. Dari kerajinan ini menghasilkan benda seni maupun barang pakai.[2]

Center : Secara umum berasal dari Bahasa Inggris Center yaitu pusat yang mempunyai arti suatu pemusatan kegiatan dimana di dalamnya terdapat pengertian hal yang dominan terhadap hal di sekitarnya, karena kespesifikasiannya dari yang lain. [3]

Kawasan : Daerah tertentu yang mempunyai ciri tertentu, seperti tempat tinggal, pertokoan, industri, dan sebagainya. [4]

Rawapening : Danau dan tempat wisata air di Kabupaten Semarang. Pernah menjadi tempat mencari ikan, kini hampir seluruh permukaan rawa ini tertutup eceng gondok.[5]

Ambarawa : Ambarawa adalah sebuah kecamatan yang terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.[6] [2]Penyataan berdasarkan sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajinan. [3]KBBI. [4]KBBI. [5]https://id.wikipedia.org/wiki/Rawa_Pening. [6]https://id.wikipedia.org/wiki/Ambarawa,_Semarang

Sustainable : Secara umum berasal dari Bahasa Inggris Sustainable (berkelanjutan) dan Architecture (arsitektur) sehingga Sustainable Architecture mempunyai arti arsitektur yang berkelanjutan. Adalah sebuah konsep terapan dalam bidang arsitektur untuk mendukung konsep berkelanjutan, yaitu sebuah konsep mempertahankan sumber daya alam agar bertahan lebih lama yang dikaitkan dengan umur potensi vital sumber daya alam dan lingkungan ekologis manusia, seperti sistem iklim planet, sistem pertanian, industri, kehutanan, dan tentu saja arsitektur. Kerusakan alam akibat eksploitasi sumber daya alam telah mencapai taraf pengrusakan secara global sehingga lambat tetapi pasti, bumi akan semakin kehilangan potensinya untuk mendukung kehidupan manusia, akibat dari berbagai eksploitasi terhadap alam tersebut (Guyer, 2009).

Pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa “Enceng Gondok Handicraft Center di Kawasan Rawapening, Ambarawa dengan pendekatan Sustainable Architecture” merupakan bangunan yang fungsinya sebagai pusat kegiatan kerajinan tangan dari bahan Enceng Gondok, yang lokasinya berada di daerah sekitar Rawapening, Ambarawa dengan menerapkan pendekatan konsep arsitektur berkelanjutan.


1.2. Latar Belakang
Indonesia memiliki banyak kerajinan yang telah memasuki pasaran dunia sejak dulu. Semua kerajinan Indonesia dinilai oleh masyarakat dunia sebagai kerajinan dengan nilai seni yang unik. Biasanya kesenian yang demikian berkembang dalam masyarakat adat di Indonesia. Dalam kasus ini adalah kesenian eceng gondok ambarawa yang juga telah lama dikembangkan oleh masyarakat kampung sekitar ambarawa, tepatnya sekitar rawa pening.

Rawa pening seluas 2.670 hektare merupakan rawa yang dipenuhi gulma enceng gondok yang pertumbuhannya tak terkendali. Laju sedimentasi di danau itu semakin cepat per tahun. Akibatnya, volume air berkurang hingga 30% dari kapasitas maksimum 65 juta meter kubik sehingga bukan tidak mungkin rawa pening akan menjadi daratan jika tak ada upaya pelestarian berkelanjutan

Menimbang keadaan sumber daya rawa pening, masyarakat ambarawa memilih untuk melestarikan dan menjadikan eceng gondok sebagai tanaman budidaya yang merupakan bahan dasar pembuatan kesenian eceng gondok.

Misalnya saja rumah kesenian yang memproduksi kesenian eceng gondok dan menjadikannya lukisan, mainan, meubel, kursi, meja, dan lain semacamnya juga mengajarkan bagi wisatawan untuk bisa mengolah tanaman eceng gondok dalam pelatihan kesenian eceng gondok. Namun sarana ini tidaklah cukup untuk menunjang semua aktivitas dan nilai pamer dari show room yang telah ada. Selain berada di lokasi yang kurang strategis, bangunan yang dipakai merupakan rumah tinggal sederhana yang dimanfaatkan seadanya.



Gambar: Kondisi Tempat Kerajinan Tangan Enceng Gondok di Ambarawa


Dinilai bahwa kesenian eceng gondok layak bersaing dengan produk kesenian mancanegara, hal ini tentu membanggakan sebagian besar pengolah kesenian eceng gondok ini dan meningkatnya jumlah produksinya. Namun seiring berkembangnya jaman, adanya standarisasi dan karantina dari negara yang mengimpor produknya, dikarenakan penginspeksian produk sebelum diekspor menggunakan mesin, sedangkan pengerjaan kerajinan eceng gondok menggunakan tangan (handmade) sehingga sulit untuk melakukan proses standarisasi produk. Maka, perlu kesiapan internal dalam menjawab semua tantangan pasar mancanegara itu.

Oleh karena itu, perlu adanya strategi pengembangan menindaklanjuti bisnis kesenian enceng gondok ini agar memiliki wadah yang layak sebagai salah satu pengekspor karya seni di Indonesia. Tempat pemusatan kegiatan di dalamnya dirancang diantaranya untuk:
1) Area Pengolahan Bahan Dasar, 
2) Perusahaan Produksi,
3) Pusat Pelatihan Profesional,
4) Galeri Seni,
5) Pasar,
6) dan berbagai fasilitas penunjang lainnya,

Pusat Kerajinan Tangan Enceng Gondok ini diharapkan dapat menjadi sarana terpercaya masyarakat Ambarawa untuk menjadi tenaga kerja tetap karena selama ini sebagian pengrajin bekerja di rumah masing-masing. Dan dengan adanya Perusahaan Produksi dengan fasilitas dan tekhnologi yang memadai, hal ini tentu menjadi faktor penting dalam usaha peningkatan kualitas dan kuantitas produksi. Juga sebagai strategi pengembangan wisata di Ambarawa.


1.3. Permasalahan
1.3.1.  Permasalahan Umum
Bagaimana merancang Handicraft Center sebagai pusat kegiatan produksi dan galeri kesenian yang memiliki jangkauan pasar hingga mancanegara?

1.3.2.  Permasalahan Khusus
Permasalahan khusus dalam perencanaan Handicraft Center ini yaitu bagaimana menciptakan sebuah kawasan kegiatan produksi dan galeri kesenian enceng gondok yang mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk sehingga dapat mensejahteraan masyarakat Ambarawa khususnya di sekitar Rawapening. Selain itu, dengan keteraturan sistem pengolahan bahan baku maka dapat membantu mengendalikan pertumbuhan gulma enceng gondok di rawapening sebagai salah satu aset sumber daya alam yang perlu dilestarikan.


1.4. Maksud dan Tujuan
1.4.1.  Maksud
Merencanaan sebuah Handicraft Center sebagai kawasan pusat kegiatan produksi dan galeri seni dengan bahan baku gulma enceng gondok di Rawapening.

1.4.2.  Tujuan
1. Merancang pusat kegiatan produksi kesenian enceng gondok di Rawapening yang dapat melindungi, menghasilkan, merawat, dan mempromosikan hasil kerajinan dan karya seninya
2. Merencanakan sebuah area pengolahan bahan baku yang dapat membantu mengendalikan pertumbuhan gulma enceng gondok di rawapening
3. Merencanakan sebuah perusahaan produksi kerajinan tangan enceng gondok dengan galeri seni sebagai ruang pamer yang layak dan pasar untuk penjualan produk
4. Menerapkan konsep desain Sustainable Architecture kedalam site dan bangunan sehingga tercipta suatu kawasan yang menunjang pelestarian sumber daya alam
5. Sebagai sarana yang bersifat rekreatif dan edukatif


1.5. Manfaat
Pembangunan Enceng Gondok Handicraft Center di Kawasan Rawapening, Ambarawa dengan pendekatan Sustainable Architecture sebagai salah satu strategi pengembangan Wisata Ambarawa dan upaya pelestarian SDA juga diharapkan dapat menjadi sarana pusat kegiatan produksi kesenian enceng gondok di Rawapening yang dapat melindungi, menghasilkan, merawat, dan mempromosikan hasil kerajinan dan karya seninya.


1.6. Lingkup Pembahasan
1.6.1. Ruang Lingkup Substansial
Ruang lingkup perencanaan dan perancangan Enceng Gondok Handicraft Center di Kawasan Rawapening, Ambarawa dengan pendekatan Sustainable Architecture ini meliputi penambahan fungsi baru yang bersifat komersial yaitu galeri seni dan pasar serta konsep-konsep perancangan yang menitikberatkan pada hal-hal yang berkaitan dengan disiplin ilmu arsitektur, seperti aspek fungsional, teknis, kinerja, kontekstual, serta pada konteks arsitektur berkelanjutan.

1.6.2. Ruang Lingkup Spasial
Secara administratif, lokasi rencana tapak berada di Ambarawa, Kabupaten Semarang dan sesuai dengan peraturan tata guna lahan Kabupaten Semarang.


1.7. Metode Pembahasan
Metode pembahasan yang digunakan dalam penyusunan program dasar perencanaan dan konsep perancangan arsitektur dengan judul Enceng Gondok Handicraft Center di Kawasan Rawapening, Ambarawa dengan pendekatan Sustainable Architecture adalah metode deskriptif. Metode ini memaparkan, menguraikan, dan menjelaskan mengenai design requirement (persyaratan desain) dan design determinant (ketentuan desain) terhadap perencanaan dan perancangan kawasan pusat produksi kesenian.

Berdasarkan design requirement dan design determinant inilah nantinya akan ditelusuri data yang diperlukan. Data yang terkumpul kemudian akan dianalisa lebih mendalam sesuai dengan kriteria yang akan dibahas. Dari hasil penganalisaan inilah nantinya akan didapat suatu kesimpulan, batasan dan juga anggapan secara jelas mengenai perencanaan dan perancangan Enceng Gondok Handicraft Center di Kawasan Rawapening, Ambarawa dengan pendekatan Sustainable Architecture.

Hasil kesimpulan keseluruhan nantinya merupakan konsep dasar yang digunakan dalam perencanaan dan perancangan Enceng Gondok Handicraft Center di Kawasan Rawapening, Ambarawa dengan pendekatan Sustainable Architecture sebagai landasan dalam desain grafis arsitektur.
Dalam pengumpulan data, akan diperoleh data yang kemudian akan dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu:

1.7.1. Data Primer
a. Observasi Lapangan
Dilakukan dengan cara pengamatan langsung di wilayah lokasi dan tapak perencanaan dan perancangan Enceng Gondok Handicraft Center di Kawasan Rawapening, Ambarawa dengan pendekatan Sustainable Architecture.
b. Wawancara
Wawancara yang dilakukan dengan pihak pengelola serta berbagai pihak-pihak yang terkait dalam perencanaan dan perancangan Enceng Gondok Handicraft Center di Kawasan Rawapening, Ambarawa dengan pendekatan Sustainable Architecture.

1.7.2. Data Sekunder
Studi literatur melalui buku dan sumber-sumber tertulis mengenai perencanaan dan perancangan kawasan pusat produksi kesenian serta peraturan-peraturan yang berkaitan dengan studi kasus perencanaan dan perancangan Enceng Gondok Handicraft Center di Kawasan Rawapening, Ambarawa dengan pendekatan Sustainable Architecture.

Berikut ini akan dibahas design requirement dan design determinant yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan Enceng Gondok Handicraft Center di Kawasan Rawapening, Ambarawa dengan pendekatan Sustainable Architecture:

a. Pemilihan Lokasi dan Tapak
Pembahasan mengenai pemilihan lokasi dan tapak, dilakukan dengan terlebih dahulu mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam penentuan suatu lokasi dan tapak yang layak sebagai perencanaan dan perancangan kawasan pusat produksi kesenian, adapun data yang dimaksud adalah sebagai berikut:
Data tata guna lahan/peruntukan lahan pada wilayah perencanaan dan perancangan kawasan pusat produksi kesenian.
Data potensi fisik geografis, topografi, iklim, persyaratan bangunan yang dimiliki oleh lokasi dan tapak itu sendiri dan juga terhadap lingkungan sekitarnya yang menunjang terhadap perencanaan dan perancangan sebuah kawasan pusat produksi kesenian.
Setelah memperoleh data dari beberapa alternatif tapak, kemudian dianalisa dengan menggunakan nilai bobot terhadap kriteria lokasi dan tapak yang telah ditentukan untuk kemudian memberi scoring terhadap kriteria x nilai bobot, dan tapak yang terpilih diambil dari nilai yang terbesar.
b. Program Ruang
Pembahasan mengenai program ruang dilakukan dengan terlebih dahulu mengumpulkan data yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan kawasan pusat produksi kesenian, yaitu dilakukan dengan pengumpulan data mengenai pelaku ruang itu sendiri beserta kegiatannya, dilakukan dengan observasi lapangan baik studi kasus maupun dengan studi banding, serta dengan standar atau literatur perencanaan dan perancangan kawasan pusat produksi kesenian.
Persyaratan ruang yang didapat melalui studi banding dengan standar perencanaan dan perancangan kawasan pusat produksi kesenian, sehingga dari hasil analisa terhadap kebutuhan dan persyaratan ruang akan diperoleh program ruang yang akan digunakan pada perencanaan dan perancangan  kawasan pusat produksi kesenian.

c. Penekanan Desain Arsitektur
Pembahasan mengenai penekanan desain arsitektur dilakukan dengan observasi lapangan melalui studi banding pada kawasan pusat produksi kesenian lain serta dengan standar atau literatur mengenai perencanaan dan perancangan yang kaitannya dengan persyaratan bangunan di sebuah kawasan pusat produksi kesenian.

Adapun data yang dimaksud adalah sebagai berikut:
Aspek konstektual pada lokasi dan tapak terpilih dengan pertimbangan keberadaan bangunan disekitarnya.
Literatur atau standar perencanaan dan perancangan kawasan pusat produksi kesenian.
Setelah memperoleh data tersebut, kemudian menganalisa antara data yang diperoleh dari studi banding dengan standar perencanaan dan perancangan kawasan pusat produksi kesenian sehingga akan diperoleh pendekatan arsitektural yang akan digunakan pada perencanaan dan perancangan kawasan pusat produksi kesenian.


1.8. Sistematika Penulisan
Secara garis besar, sistematika dalam penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan kawasan pusat produksi kesenian diantaranya: 

BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan tentang latar belakang, tujuan dan sasaran, manfaat, ruang lingkup, metode pembahasan, sistematika pembahasan, serta alur bahasan dan alur pikir.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Berisi kajian literatur mengenai desain serta standar dan teori kawasan pusat produksi kesenian, perkembangan, pengertian, peraturan perundangan, sistem pengelolaan, persyaratan teknis, dan studi banding.

BAB III TINJAUAN LOKASI
Membahas tentang gambaran umum pemilihan tapak berupa data fisik dan non fisik, potensi dan kebijakan tata ruang pemilihan tapak, gambaran khusus berupa data tentang batas wilayah dan karakteristik tapak terpilih untuk di desain.

BAB IV PENDEKATAN KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
Bab ini menjelaskan tentang uraian dasar-dasar pendekatan konsep perencanaan dan perancangan awal dan analisis mengenai pendekatan fungsional, pelaku dan aktivitasnya, kebutuhan jenis ruang, hubungan kelompok ruang, sirkulasi, pendekatan kebutuhan kawasan pusat produksi kesenian, pendekatan kontekstual, optimaliasi lahan, pendekatan besaran ruang, serta analisa pendekatan konsep perancangan secara kinerja, teknis dan arsitektural.

1.9. Skema Pola Pikir

Skema Pola Pikir
Sumber: Analisis Penulis, 2016.

Jumat, 25 Maret 2016

Redesain Museum dan Mini Theater dengan Penekanan Arsitektur Infill

Hai fabeas!
Alhamdulillah masa pemilihan judul Tugas Akhir tahap satu selesai juga. Dari tiga judul yang aku kirimkan, satu telah diterima!!! >.< Dan luck banget yang diterima adalah yang paling aku sukak. Hehe. Dan ini yang aku share adalah salah satu yang tidak terpilih, siapa tahu bisa jadi inspirasi atau referensi teman-teman.

Menurut aku sih bukan jelek *narsis* hanya saja yang terpilihlah yang lebih kuat latar belakangnya, and maybe its more interesting. Maaf yang terpilih nggak dibocorin hehe. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan huehehe. Okedeh. Simak Bab Pendahuluan tentang Redesain Museum saya dibawah ini. Bagi kamu yang ingin mendownloadnya, silakan hubungi saya di email ini (alfina.red@gmail.com)

.

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN TEKNIK SIPIL
PROGRAM STUDI TEKNIK ARSITEKTUR


PROPOSAL SINOPSIS PROYEK AKHIR
Nama: Noor Alfina
Nim: 5112412071
Prodi: Teknik Arsitektur, S1



BAB I PENDAHULUAN


1.1. Pengertian Judul
 “Redesain Museum dan Mini Theater Dirgantara Mandala Yogyakarta dengan penekanan Arsitektur Infill” merupakan judul dari kegiatan perencanaan ini.

Redesain berasal dari kata re- dan desain. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, desain adalah rancangan dan re- adalah kembali atau sekali lagi. Maka redesain adalah suatu kegiatan merancang kembali sebuah objek dengan tujuan tertentu. 

Museum merupakan institusi permanen, nirlaba, melayani kebutuhan publik, dengan sifat terbuka, dengan cara melakukan usaha pengoleksian, mengkonservasi, meriset, mengomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat untuk kebutuhan studi, pendidikan, dan kesenangan.
Museum Dirgantara Mandala adalah objeknya. Merupakan museum perjuangan yang memamerkan berbagai jenis pesawat terbang yang pernah dimiliki Indonesia, khususnya TNI AU.

Mini theater berarti sebuah tempat pemutaran film dengan skala bentang kecil. Sedangkan arsitektur infill dalam hal ini merupakan konsep yang mengacu pada aspek kontekstual yang berpengaruh terhadap penyisipan sebuah bangunan baru ke dalam kawasan bersejarah.

Sehingga judul dapat dimaknai sebagai suatu usaha merencanakan dan merancang kembali Museum dan Mini Theater Dirgantara Mandala Yogyakarta dengan memberikan keharmonisan dalam dua buah struktur dari masa yang berbeda tanpa mengurangi nilai-nilai historikalnya.


1.2. Latar Belakang

1.2.1. Latar Belakang Awal Mula Perencanaan Museum Dirgantara Mandala Yogyakarta
Di Indonesia terdapat banyak museum tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, Museum Dirgantara Mandala adalah salah satunya. Berbeda dengan museum-museum perjuangan yang lain, di museum ini dipamerkan berbagai jenis pesawat terbang yang pernah dimiliki Indonesia, khususnya TNI AU. Selain itu, di museum yang berlokasi di Yogyakarta ini, terdapat pula diaroma-diaroma perjuangan bangsa Indonesia, khususnya TNI AU dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan NKRI.

Lembaga Pendidikan AKABRI Bagian Udara Yogyakarta yang saat ini bernama Akademi Angkatan Udara/AAU, sudah memiliki Museum Pendidikan / Karbol, sehingga mulailah adanya pemikiran yang mengarah pada pengembangan dan upaya menyatukan/mengintegrasikan kedua Museum tersebut. Di samping itu timbul pemikiran untuk mempertimbangkan dalam menentukan lokasi Museum, bila keduanya berhasil disatukan, yang kemudian mengarah ke Yogyakarta. Adapun dasar pertimbangannya, adalah sebagai berikut:
1. Pada peristiwa 1945 – 1949 Yogyakarta memegangg peranan penting sebagai tempat lahir dan pusat perjuangan TNI- AU.  
2. Yogyakarta adalah tempat penggodokan Taruna-taruna AU calon Perwira TNI AU. 
3. Semangat minat dirgantara, nilai-nilai 45 dan tradisi juang TNI AU mengacu pada semangat Maguwo.

Atas dasar pertimbangan tersebut, maka KASAU mengeluarkan Surat Keputusan No. Kep/II’IV/1978 tanggal 17 April 1978 menetapkan bahwa Museum Pusat AURI yang semula berkedudukan di Jakarta, dipindahkan ke Yogyakarta, diintegrasikan dengan Museum Pendidikan menjadi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala dengan memanfaatkan gedung Link Trainer di kawasan Ksatrian AKABRI Bagian Udara.

Operasi Boyong pemindahan benda-benda koleksi Museum AURI di Jakarta ke Yogyakarta telah dimulai sejak November 1977. Dalam Langkah penyempurnaan pemindahan lebih lanjut berdasarkan Keputusan KASAU No. Skep./04/IV/1978 tanggal 17 April 1978 dilengkapi dengan pemberian nama Museum tersebut dengan nama “Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala”. Pembukaan dan peresmian Museum ini bersamaan pula dengan peresmian Museum Sekbang Pertama 1945 yang berlokasi di dekat Base Ops Lanud Adi Sutjipto, yang dilakukan oleh Kepala Staf TNI-AU Marsekal TNI Ashadi Tjahjadi, bertepatan dengan peringatan Hari Bakti TNI AU 19 Juli 1978. Perlu dicatat bahwa Pembinaan Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala, mencangkup pula Museum Sekbang Pertama tahun 1945 yang berlokasi di dekat Base Ops Lanud Adisujipto, yang kini telah dialihkan statusnya sebagai Museum Sekbang Pertama dengan nomor Inventaris Monumen TNI-AU/No.in/o1/Adi/Men.

Dengan pertimbangan bahwa koleksi Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala teus berkembang dan bertambah terutama Alustista Udara berupa pesawat terbang, sehingga gedung museum di Kesatrian AKABRI Bagian Udara tidak dapat menampung, serta lokasinya sukar dijangkau pengunjung, maka Pimpinan TNI-AU memutuskan untuk memindahkan lagi.

Pimpinan TNI-AU kemudian menunjuk dan memutuskan bahwa gedung bekas pabrik gula di Wonocatur Lanud Adisujipto yang di masa pendudukan Jepang digunakan sebagai gudang logistic, segera direhabilitasi untuk dimanfaatkan sebagai Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala pada tanggal 17 Desember 1982 Kepala Staf TNI-AU Marsekal TNI Ashadi Tjahjadi menandatangani sebuah prasasti. Hal ini diperkuat dengan Surat Perintah Kepala Staf TNI-AU No. Sprin/05/IV/1984 tanggal 11 April 1984 tentang rehabilitasi gedung bekas pabrik gula tersebut untuk dipersiapkan sebagai gedung permanen Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala. Dalam perkembangan selanjutnya pada tanggal 29 Juli1984 Kepala Staf TNI-AU Marsekal TNI Sukardi meresmikan penggunaan gedung yang sudah direhap tersebut sebagai gedung Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala. Luas area museum seluruhnya lebih kurang 4,2 Ha. Luas bagunan seluruhnya yang digunakan 8.735 m2.

Dalam rangka melengkapi fasilitas museum sebagai sarana penunjang serta untuk lebih meningkatkan penanaman minat dirgantara pada generasi penerus, dibangun Mini Teater yang telah diresmikan oleh Kepala Staf Anagkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat S. IP pada tanggal 27 Januari 2011. Mini theater merupakan salah satu fasilitas teknologi informasi dan multimedia untuk memberikan informasi kepada para pengunjung melalui pemutaran film tentang berbagai hal terkait kedirgantaraan. (http://tni-au.mil.id/content/museum-pusat-tni-au-dirgantara-mandala)

1.2.2. Latar Belakang Meredesain Museum Dirgantara Mandala Yogyakarta
Tahun 2014 menjadi tahun terakhir dari rangkaian tahun kunjungan museum yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, sejak ditetapkannya tahun 2010 menjadi tahun kunjungan museum di Indonesia. Museum didirikan dengan tujuan utama melestarikan warisan budaya, bukan hanya melestarikan fisik benda-benda warisan budaya, tetapi juga melestarikan makna yang terkandung di dalam benda-benda tersebut dalam sistem nilai dan norma (Direktorat Museum RI, 2008). 

Menurut data Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud RI, Jumlah museum se-Indonesia hingga tahun 2011 tercatat sebanyak 227 museum dalam berbagai bentuk. Dari jumlah sebanyak itu sedikitnya terdapat kira-kira 15% di Yogyakarta. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sedikitnya memiliki 33 museum, baik yang dikelola oleh perorangan, swasta maupun pemerintah. Dengan jumlah seperti itu, Yogyakarta merupakan daerah di Indonesia yang memiliki jumlah museum terbanyak. Menurut Humas DPD Barasmus (Badan Pengurus Museum Indonesia) DIY tidak seluruhnya museum tersebut laris dikunjungi oleh wisatawan, hanya sekitar 50 % dari jumlah tersebut yang rutin dan sering dikunjungi oleh wisatawan, sisanya jarang, bahkan tidak dikenal oleh masyarakat maupun wisatawan. Museum yang sering dikunjungi adalah, antara lain: Kraton Yogyakarta, Museum Sono Budoyo, Museum Ullen Sentanu, dan Museum Benteng Vredeburg. Untuk meningkatkan kunjungan masyarakat ke museum, berbagai program telah dilaksanakan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pada tahun 2010 Assosiasi Museum Indonesia (AMI) bekerjasama dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI menyelenggarakan program Tahun Kunjungan Museum (TKM) 2010, sebagai langkah awal dari program Gerakan Nasional Cinta Museum.

Sebelum pemerintah menetapkan TKM 2010, Daerah Istimewa Yogyakarta telah menyelenggarakan Festival Museum Yogyakarta sejak tahun 2007 hingga 2011. Festival ini merupakan ajang kreatifitas dan pelayanan pada publik yang bertujuan untuk mempromosikan potensi museum-museum yang dimiliki oleh Yogyakarta. Pada bulan November 2007, mengambil tempat di sepanjang jalan Malioboro dilaksanakan festival opera dan karnaval museum. Kegiatan ini diikuti 22 museum yang ada di DIT. Tahun 2008 kosong, festival tidak diselenggarakan. Tahun 2009 hingga 2011 festival museum tetap diadakan dengan format yang relatif hampir sama dan lokasi di sepanjang jalan Malioboro hingga ke jalan Solo – Plaza Ambarukmo. Pada tahun 2012, format penyelengaraan festival museum sedikit berubah, dengan mengambil tema “Museum Goes to Mall” diselenggarakan di Plaza Ambarukmo.Kemudian pada tahun 2013, festival museum Museum Goes to Kampus diselenggarakan di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosoemantri (PKKH) UGM. (Barahmus DIY, 2013).

Perkembangan jumlah pengunjung Museum di Yogyakarta terlihat belum menggembirakan, bila dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisatawan di DIY setiap tahunnya. Secara berurutan, jumlah kunjungan wisawatan di DIY pada tahun 2008 adalah 6.269.367 wisatawan, 7.884.213 wisatawan (2009), 8.270.988 wisatawan (2010), 9.300.786 wisatawan (2011), dan sebanyak 11.379.640 wisatawan pada tahun 2012. Ini berarti bahwa pada tahun 2012 hanya sekitar 3.69% dari seluruh wisatawan yang datang ke DIY berkunjung ke museum, demikian juga pada tahun-tahun sebelumnya, tahun  2011 (1.31%), tahun  2010 (3.82%), tahun  2009 (3.97%), dan tahun  2008 (2.24%). Hal ini tidak berbeda jauh dengan pernyataan Direktur Ullen Sentalu Museum, KRT Thomas Haryonagoro walaupun museum mempunyai arti yang sangat penting, kunjungan masyarakat ke museum belum menggembirakan, hanya sekitar 2 persen dari jumlah penduduk per tahun. (http://puspar.ugm.ac.id/ oleh Fernando Marpaung, 2014.)

Oleh karena itu, perlu adanya gebrakan perubahan untuk mencapai target peningkatan wisatawan. Pada peristiwa 1945 – 1949 Yogyakarta memegangg peranan penting sebagai tempat lahir dan pusat perjuangan TNI- AU. Dikenal akan hal tersebut, maka salah satu museum yang membutuhkan sentuhan baru yaitu Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala. Museum yang telah melalui sejarah panjang ini menyimpan benda-benda koleksi yang sebagian besar berupa pesawat terbang yang pernah digunakan oleh TNI-AU, koleksi pesawat terbang tersebut berasal dari berbagai Negara, baik dari Negara Barat maupun dari Timur. Di samping itu dismpan juga pesawat terbang buatan putra-putra bangsa sendiri. Dengan kata lain bahwa koleksi pesawat terbang di Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala ini berasal dari hampir seluruh penjuru dunia.

Benda koleksi yang dimiliki Museum Dirgantara ini merupakan ‘harta karun’ sejarah yang harus dijaga. Seiring dengan berkembangnya jaman, masyarakat mulai lupa dan tak acuh terhadap bangunan yang menyimpan aset negara ini. Maka gebrakan yang dimaksud di atas yaitu sebuah usaha merencanakan dan merancang kembali Museum Dirgantara Mandala agar memiliki spirit of place yang menjiwai sebuah tempat peristirahatan pesawat. Mengapa demikian? Karena bangunan yang sekarang diduduki sebagai museum tersebut, merupakan bangunan bekas pabrik gula yang pada dasarnya tidak dirancang untuk sebuah museum pesawat.


Gambar: Kondisi Museum Dirgantara Mandala Yogyakarta


Dengan memberikan sentuhan konsep arsitektur infill pada museum ini, perlu adanya Redesain Museum dan Mini Theater Dirgantara Mandala Yogyakarta yang dapat memberikan keharmonisan dalam kedua buah struktur dari masa yang berbeda tanpa mengurangi nilai-nilai historikal yang telah ada dalam kawasan tersebut. Berdasarkan uraian tersebut diharapkan terciptanya sarana yang dapat menjadi sebuah sarana yang menghibur, mendidik, informatif, serta dapat mendorong animo masyarakat mengunjungi museum.


1.3. Permasalahan
1.3.1.  Permasalahan Umum
Bagaimana merancang kembali sebuah museum dan mini theater sebagai wisata sejarah?

1.3.2.  Permasalahan Khusus
Permasalahan khusus dalam perencanaan kembali ini yaitu bagaimana menciptakan sebuah museum dan mini theater yang menghibur, mendidik, informatif, serta dapat meningkatkan minat masyarakat pada bangunan yang menyimpan sejarah.


1.4. Maksud dan Tujuan
1.4.1.  Maksud
Merencanaan kembali sebuah museum dan mini theater untuk meningkatkan fungsinya sebagai sarana yang menghibur, mendidik, informatif, serta dapat meningkatkan minat masyarakat pada bangunan yang menyimpan sejarah ini.

1.4.2.  Tujuan
1. Merencanakan kembali sebuah museum dan mini theater yang menghibur, mendidik, informatif, serta dapat meningkatkan minat masyarakat pada bangunan yang menyimpan sejarah
2. Menerapkan konsep desain Arsitektur Infill di perencanaan museum dan mini theater ini yaitu dengan memberikan keharmonisan dalam dua buah struktur dari masa yang berbeda tanpa mengurangi nilai-nilai historikalnya


1.5. Manfaat
Redesain Museum dan Mini Thater Dirgantara Mandala Yogyakarta sebagai salah satu strategi pengembangan wisata sejarah yang berwujud massa baru tanpa mengurangi nilai-nilai historikalnya dan diharapkan dapat menjadi sarana yang menghibur, mendidik, dan informatif.


1.6. Lingkup Pembahasan
1.6.1. Ruang Lingkup Substansial
Ruang lingkup perencanaan dan perancangan kembali Museum dan Mini Thater Dirgantara Mandala Yogyakarta ini meliputi penambahan fungsi baru yang bersifat komersial yaitu museum serta konsep-konsep perancangan yang menitikberatkan pada hal-hal yang berkaitan dengan disiplin ilmu arsitektur, seperti aspek fungsional, teknis, kinerja, kontekstual, serta pada konteks arsitektur infill.

1.6.2. Ruang Lingkup Spasial
Secara administratif, lokasi rencana tapak berada di Yogyakarta dan sesuai dengan peraturan tata guna lahan Yogyakarta.

1.7. Metode Pembahasan
Metode pembahasan yang digunakan dalam penyusunan program dasar perencanaan dan konsep perancangan arsitektur dengan judul Redesain Museum dan Mini Thater Dirgantara Mandala Yogyakarta adalah metode deskriptif. Metode ini memaparkan, menguraikan, dan menjelaskan mengenai design requirement (persyaratan desain) dan design determinant (ketentuan desain) terhadap perencanaan dan perancangan museum.

Berdasarkan design requirement dan design determinant inilah nantinya akan ditelusuri data yang diperlukan. Data yang terkumpul kemudian akan dianalisa lebih mendalam sesuai dengan kriteria yang akan dibahas. Dari hasil penganalisaan inilah nantinya akan didapat suatu kesimpulan, batasan dan juga anggapan secara jelas mengenai perencanaan dan perancangan kembali Museum dan Mini Thater Dirgantara Mandala Yogyakarta di Kawasan Pantai Tiga Warna.

Hasil kesimpulan keseluruhan nantinya merupakan konsep dasar yang digunakan dalam perencanaan dan perancangan kembali Museum dan Mini Thater Dirgantara Mandala Yogyakarta sebagai landasan dalam desain grafis arsitektur.

Dalam pengumpulan data, akan diperoleh data yang kemudian akan dikelompokkan ke dalam dua kategori yaitu:

1.7.1. Data Primer
a. Observasi Lapangan
Dilakukan dengan cara pengamatan langsung di wilayah lokasi dan tapak perencanaan dan perancangan kembali Museum dan Mini Thater Dirgantara Mandala Yogyakarta.
b. Wawancara
Wawancara yang dilakukan dengan pihak pengelola serta berbagai pihak-pihak yang terkait dalam perencanaan dan perancangan kembali Museum dan Mini Thater Dirgantara Mandala Yogyakarta.
1.7.2. Data Sekunder
Studi literatur melalui buku dan sumber-sumber tertulis mengenai perencanaan dan perancangan Museum dan Mini Thater serta peraturan-peraturan yang berkaitan dengan studi kasus perencanaan dan perancangan kembali Museum dan Mini Thater Dirgantara Mandala Yogyakarta.

Berikut ini akan dibahas design requirement dan design determinant yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan kembali Museum dan Mini Thater Dirgantara Mandala Yogyakarta:

a. Pemilihan Lokasi dan Tapak
Pembahasan mengenai pemilihan lokasi dan tapak, dilakukan dengan terlebih dahulu mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam penentuan suatu lokasi dan tapak yang layak sebagai perencanaan dan perancangan Museum dan Mini Thater, adapun data yang dimaksud adalah sebagai berikut:
Data tata guna lahan/peruntukan lahan pada wilayah perencanaan dan perancangan Museum dan Mini Thater.
Data potensi fisik geografis, topografi, iklim, persyaratan bangunan yang dimiliki oleh lokasi dan tapak itu sendiri dan juga terhadap lingkungan sekitarnya yang menunjang terhadap perencanaan dan perancangan sebuah Museum dan Mini Thater.

Setelah memperoleh data dari beberapa alternatif tapak, kemudian dianalisa dengan menggunakan nilai bobot terhadap kriteria lokasi dan tapak yang telah ditentukan untuk kemudian memberi scoring terhadap kriteria x nilai bobot, dan tapak yang terpilih diambil dari nilai yang terbesar.

b. Program Ruang
Pembahasan mengenai program ruang dilakukan dengan terlebih dahulu mengumpulkan data yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan Museum dan Mini Thater, yaitu dilakukan dengan pengumpulan data mengenai pelaku ruang itu sendiri beserta kegiatannya, dilakukan dengan observasi lapangan baik studi kasus maupun dengan studi banding, serta dengan standar atau literatur perencanaan dan perancangan Museum dan Mini Thater.

Persyaratan ruang yang didapat melalui studi banding dengan standar perencanaan dan perancangan Museum dan Mini Thater, sehingga dari hasil analisa terhadap kebutuhan dan persyaratan ruang akan diperoleh program ruang yang akan digunakan pada perencanaan dan perancangan  Museum dan Mini Thater.

c. Penekanan Desain Arsitektur
Pembahasan mengenai penekanan desain arsitektur dilakukan dengan observasi lapangan melalui studi banding pada Museum dan Mini Thater lain serta dengan standar atau literatur mengenai perencanaan dan perancangan yang kaitannya dengan persyaratan bangunan di sebuah Museum dan Mini Thater.

Adapun data yang dimaksud adalah sebagai berikut:
Aspek konstektual pada lokasi dan tapak terpilih dengan pertimbangan keberadaan bangunan disekitarnya.
Literatur atau standar perencanaan dan perancangan Museum dan Mini Thater.
Setelah memperoleh data tersebut, kemudian menganalisa antara data yang diperoleh dari studi banding dengan standar perencanaan dan perancangan Museum dan Mini Thater sehingga akan diperoleh pendekatan arsitektural yang akan digunakan pada perencanaan dan perancangan Museum dan Mini Thater.


1.8. Sistematika Penulisan
Secara garis besar, sistematika dalam penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Museum dan Mini Thater diantaranya: 

BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menjelaskan tentang latar belakang, tujuan dan sasaran, manfaat, ruang lingkup, metode pembahasan, sistematika pembahasan, serta alur bahasan dan alur pikir.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Berisi kajian literatur mengenai desain serta standar dan teori Museum dan Mini Thater, perkembangan, pengertian, peraturan perundangan, sistem pengelolaan, persyaratan teknis, dan studi banding.

BAB III TINJAUAN LOKASI
Membahas tentang gambaran umum pemilihan tapak berupa data fisik dan non fisik, potensi dan kebijakan tata ruang pemilihan tapak, gambaran khusus berupa data tentang batas wilayah dan karakteristik tapak terpilih untuk di desain.

BAB IV PENDEKATAN KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
Bab ini menjelaskan tentang uraian dasar-dasar pendekatan konsep perencanaan dan perancangan awal dan analisis mengenai pendekatan fungsional, pelaku dan aktivitasnya, kebutuhan jenis ruang, hubungan kelompok ruang, sirkulasi, pendekatan kebutuhan Museum dan Mini Thater, pendekatan kontekstual, optimaliasi lahan, pendekatan besaran ruang, serta analisa pendekatan konsep perancangan secara kinerja, teknis dan arsitektural.

1.9. Skema Pola Pikir

Skema Pola Pikir
Sumber: Analisis Penulis, 2016.

Minggu, 20 Maret 2016

Berbelanja online di SaleStock Indonesia

Assalamualaikum fabeas!
Nggak ngerti bisa banget gitu di tahun ini, semenjak memasuki semester delapan aku jadi suka belanja online. Meski dari dulu emang suka, tapi kali ini suka pake banget. Guess why? Karena lebih banyak untungnya >.<

Kali ini aku akan mengulas pengalaman pertama berbelanja online di e-commerce local khusus cewek! Iyakkk. Siapa yang nggak tau SaleStock? Ok. Saya kenalkan kalo belom tau. Biar sayang. #ehh



Sebuah startup mobile-commerce yang menerapkan prinsip-prinsip cost-leadership dan memanfaatkan kekuatan media sosial.

"Sale Stock menjual pakaian wanita berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau. Dengan menghilangkan perantara, memotong biaya overhead, dan fokus dengan berjualan secara online, kami meminimalkan biaya dan menyimpan semua keuntungan ini untuk pelanggan kami. Dengan prinsip ini kami dapat menawarkan Harga Jujur.

Sekarang, Sale Stock merupakan salah satu tech start-up di Indonesia yang memiliki perkembangan paling pesat. Didirikan di akhir 2014, perusahaan ini sekarang menjadi sebuah rumah bagi keluarga yang berasal dari Indonesia, Jerman, Amerika Serikat dan banyak warga negara lainnya yang pernah memiliki pengalaman bekerja di perusahaan teknologi terkenal seperti: facebook, Yahoo, Apple dan Sony."

Apasih alasan memilih belanja di SaleStock?

FREE ONGKIR
BERBAGAI DISKON
KUPON TEMAN (Potongan Harga)
POIN (1 Poin senilai Rp 1000)
BISA COD (Cash on Delivery/Bayar di Rumah)
FOTO BARANG ASLI
KUALITAS PREMIUM
HARGA TERJANGKAU
BISA RETURN & REFUND 30 HARI
PELAYANAN TERBAIK



Gimana? Kurang puas apa sama daftar di atas? Bukankah mbak Soraya sangat memanjakan customer SaleStock? Apalagi pelanggan macam aku. Hihi.
Langsung saja ke langkah berbelanja sekaligus berbagi pengalaman dan review aku ya!






Senin, 14 Maret 2016
Belanja, Memilih barang, dan memasukkan ke dalam keranjang. Metode pembayaran dipilih COD. Dan tak lama kemudian, SaleStock mengkonfirmasi pesanan.



Selasa, 15 Maret 2016
Paket dikirim oleh kurir/pihak ketiga yang disini adalah JNE.
 


Jumat, 18 Maret 2016
Barang sampai! Tinggal bayar ke mas-mas JNE dan pertama kali lihatnya, seneng banget! Packaging yang sangat menarik. Plastic bag yang dipakai terbilang keren dengan gambar SaleStock yang khas. Suka banget pokoknya. Ketahuan deh kualitasnya. Premiumm!




Isinya ada Box, Sepatu, Formulir Return & Refund, Bukti Pemesanan, dan Bukti Pengiriman via JNE. Suka banget sama sepatunya. 100% asli dengan di foto. Tapi sayangnya kekecilan. Emang payah banget akunya kenapa pilih size 38 padahal biasanya 39. Yahhhh, ceritanya dulu pernah order sepatu online juga yang mirip-mirip slip-on dan ukuran 39 kegedean. Taunya yang ini 38 kekecilan :(

Overall puas banget deh belanja disini! Mau mau mau lagii! >.<
By the way, karena sepatu pesanan saya kekecilan, jadi di hari berikutnya saya memutuskan untuk melakukan Return & Refund seperti yang ditawarkan SaleStock.
Lihat review Return & Refund SaleStock disini.

Salam cantik fa-beauty-lous! ;)

Review Citra Light-Touch White Japanese Wakame



[Gel-Lotion]

Miliki kulit cerah alami, terasa segar tanpa rasa lengket!

Wakame, rumput laut Jepang telah lama menjadi salah satu rahasia kecantikan kulit cerah alami wanita Jepang. Kandungan dari rumput laut Jepang yang kaya akan vitamin dan antioksidan dipercaya secara turun-temurun oleh wanita Jepang untuk menjaga kesehatan kulitnya.

Citra Light Touch White 120ml Rp. 11.600,-
Citra Light Touch White 240ml Rp. 21.000,-
*harga yang direkomendasikan dapat bervariasi di setiap toko.



[Gel-Serum]

Citra percaya alam memberikan yang terbaik untuk perawatan kulit perempuan Indonesia. Seperti Wakame, rumput laut Jepang yang dipercaya mengandung nutrisi pencerah kulit dengan tekstur yang ringan dan menyegarkan.

Kini Citra meluncurkan Citra Japanese Wakame serum pertama di Indonesia yang memberikan hasil maksimal dengan manfaat 3x lebih mencerahkan kulit dan menyerap super cepat tanpa sisa rasa lengket. Sangat cocok pada suhu tropis.

Gunakan Citra Japanese Wakame serum dan buktikan gelnya cepat menyerap dan segar di kulit.

Citra Light Touch White 120ml Rp. 13.600,-
Citra Light Touch White 180ml Rp. 25.000,-
*harga yang direkomendasikan dapat bervariasi di setiap toko.


sumber: http://www.rumahcantikcitra.co.id/


- r e v i e w -


Saya sudah membelinya sekitar bulan November 2015 dan baru habis bulan Maret 2016. Hemat atau irit? Kamu akan temukan jawabannya disini! Haha

Ini dia packagingnya setelah terkuras seluruh isi gel serumnya.
Saya suka dengan desainnya.


Pertama, bentuk tube dan berukuran raksasa untuk 180ml.
Kedua, dengan gradasi warna putih dan transparan. Membuatnya tampil elegan dengan isi gel warna kehijauan.

Bagaimana dengan wanginya?
Aku sih nggak terlalu suka hehe. Tapi nggak menggangu penciumanku kok. Ada aroma-aroma relaksasi gitu. Jadi cocok dipakai di malam hari sebelum tidur. Apalagi gel-serum ini tanpa perlindungan UV, SPF ataupun apalah-apalah itu yang dikhususkan untuk pemakaian dibawah sinar matahari.

Yahh. Alasan saya beli ini juga emang buat dipakai di malam hari. pada malam hari, justru kesempatan buat merawat kulit kan. Dan dianjurkan dengan lotion, krim, gel, atau serum yang ringan. Ya ini salah satu alternatifnya! ;)

Saya juga membeli lotionnya. Malah duluan beli lotionnya karena dengan harga yang hampir sama namun isi lotion lebih banyak. 240ml banding 180ml! Haha.
Sama-sama aku pakai di malam hari. Pengaplikasian pertama dengan gel-serum kemudian lotion. Tapi maaf saya akan lebih detil mengulas tentang gel-serumnya. Namun jangan khawatir, saya tetap memberi kesimpulan untuk sepasang produk wakame ini. ;)

Kemudian aku akan memberi tanggapan atas semua yang tercantum di kemasan produk.
"Citra mengatakan bahwa gel-serum ini memiliki tekstur yang ringan, lebih cepat meresap dan menutrisi hingga ke dalam lapisan kulit  (lapisan epidermis)."

Oke jadi disini letak ketidakpuasan saya. Pada awal pemakaian saya memakainya sedikit demi sedikit, biar nggak cepet habis gitu ceritanya. Its oke lah. Saya tidak terlalu memperhatikan secepat apa dia meresap, mungkin karena tidak mengalami masalah yang berarti.

Namun makin lama makin hari, mulai bosen juga.

*penyakit akut, gampang bosen sama produk perawatan kulit. sejauh ini produk yang pernah saya repurchase setidaknya paling banyak 2x adalah deodorant, krim dan serum dari dokter) yang lain cuma sekali beli dan pake terus ganti lagi nyobain yang baru. syukur-syukur kulit saya nggak sensitif dan bisa menerima semua produk alias bisa gampang cocok tanpa iritasi apapun*
oooops curhat

lanjut kalimat tadi yang kepotong yak.

Namun makin lama makin hari, mulai bosen juga.
Akhirnya saya make banyak-banyak di tangan dan kaki. And guess what. Rasa-rasanya aku jadi terganggu karena setelah gel-serumnya aku aplikasikan, justru membuat kulit sangat lengket. Iya. Sangat lengket bokkk.

Nggak lagi deh percaya sama kalimat “meresap lebih cepat”. Malah embel-embelnya “meresap lebih cepat dibandingkan dengan lotion”. Nahlo kenapa saya justru merasa baik-baik saja dengan lotionnya. Iya gitu. Nggak selengket ini waktu memakai lotion wakame. Bener-bener nggak nyaman. Tapi udah kebeli jadi ya harus dihabisin ya.

"Disini dikatakan bahwa hand and body gel-serum ini mengandung 3x whitening (3x bahan pencerah dibandingkan dengan Pearly White lotion)"

Wahh, menggiurkan sekali bukan? Bagaimana realisasinya di kulit saya?

Well, saya selalu berpositif thinking terhadap efek dari semua produk perawatan kulit. Untuk gel-serum pertama yang saya coba ini, rasa-rasanya tidak terlalu memberikan pengaruh terhadap saya. Cukuplah untuk kategori “menjaga kecerahan kulit” alias setidaknya dengan memakai ini, aku nggak tambah item. Haha.

Berikut ini foto pengaplikasian gel-serum pada kulit tangan saya.

Ini tangan saya sebelum di apply.


Gel-serum yang berwarna soft-greeny bin transparan. Gel nya lebih encer dan lebih bening dibanding lotion. Iya, lotionnya lebih hijau dan lebih “padat”. Maaf yang lotion nggak ada fotonya. Huhu.


Dan jjanggg. Efek pemakaiannya kulit jadi terasa segar dan dingin.
Karena nggak terlalu banyak yang dioleskan, jadi tidak sampai semenit sudah meresap dalam kulit. Trust me, kalau nggak mau ngerasain tangan dan kaki lengket-lengket mending jangan memakai dalam porsi yang banyak. Huhu. Ehh, atau mungkin beda cerita di kulit kamu. Hoho.

Nggak jelas mana yang lebih mencerahkan karena aku memakainya selalu bersamaan.
Overall, kamu boleh deh nyobain sepaket gel Japanese Wakame ini.
Siapa tau cocok! ;)

Selasa, 08 Maret 2016

Masker Alami Mencerahkan Wajah

Assalamualaikum fabeas!
Bagi kamu yang menyukai perawatan wajah alami, yuk kita bahas tentang masker. Aku telah memadukan dua bahan dapur yang mudah didapat untuk menjadi masker. Dan rupanya ini bisa memberiku kepuasan tersendiri setelah memakainya.

Yak!
Masker tepung beras dan teh panas.
Sebenarnya mama aku udah menyarankan buat memakai tumbukan beras saja, lebih alami. Kalau tepung beras kan sudah masuk pabrik dan merupakan hasil olahan gitu alasannya. Dan aku juga sudah pernah mencoba menumbuk beras thennnnn hasilnya. Ah jangan ditanya. Gagal pemirsah! Karena aku yang kurang sabar. Haha. Jadi aku lebih memilih memakai tepung beras yang praktis.

Pertama-tama, mari kita bahas dulu mengapa harus beras dan teh.

.

- mengapa beras -

Beras mengandung berbagai mineral dan vitamin yang bermanfaat bagi kesehatan kulit dan rambut. Vitamin yang terkandung di dalamnya diantaranya yaitu vitamin C, E, dan B1 yang mampu membuat pori-pori lebih kecil dan membuat kulit lebih putih. Selain itu, beras juga mengandung asam ferulic yang berfungsi sebagai antioksidan dan kaya akan alantonin yang biasa disebut dengan anti-inflamasi. Kandungan beras juga mampu mempercepat proses pengelupasan sel kulit mati, sehingga proses regenerasi kulit berjalan lancar.

 Bahan dasar untuk pemutih yang terkandung dalam kosmetik dimiliki pula oleh beras. Yaitu vitamin B yang mampu membuat kulit semakin bersinar. Namun anda tidak perlu repot-repot untuk membeli kosmetik berbiaya mahal yang ada di pasaran. Lakukan sendiri perawatan di rumah menggunakan masker beras agar biaya yang dikeluarkan dapat ditekan.

.

- mengapa teh panas -

Selain bermanfaat untuk kesehatan, teh ternyata juga berkhasiat untuk meningkatkan kecantikan. Kandungan antioksidan pada teh akan membuat kulit lebih lama terjaga kelembabannya. Teh juga bermanfaat sebagai tabir surya alami, menghilangkan lingkar gelap di bawah mata, dan juga sebagai toner untuk kulit.

Sedangkan teh yang panas ini akan membantu mengeluarkan berbagai sisa noda maupun bakteri yaang menyebabkan jerawat. Dengan menggunakan teh hangat untuk membasuh wajah, pori-pori kulit sobat akan membuka dan melebar. Hal ini akan mempermudah dalam membersihkan sisa - sisa kotoran yang masih menempel. Selain itu komedo juga akan terangkat sehingga wajah tampak bersih. 

Kemudian untuk pemilihan panas atau hangat itu bebas teman-teman. Saya menyarankan panas karena yang kita butuhkan tidak dalam jumlah banyak sehingga penguapan akan terjadi dengan cepat jika teh kamu hangat. Jadinya baru beberapa menit udah dingin. Kan khasiatnya berkurang.

.

- manfaat -

Manfaat masker beras bukan hanya untuk memutihkan kulit wajah tapi juga sebagai masker untuk kulit tubuh, scrub alami, untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan menghaluskan tangan.

Nah sekarang saya akan berbagi tips dan pengalaman seputar masker dari tepung beras. cara membuatnya sangat mudah dan hanya perlu mengambil sedikit bahan-bahan dapur.




- cara membuat masker tepung beras -

bahan yang diperlukan
(takaran untuk wajah)

3 sdt tepung beras
setengah cangkir teh panas/secukupnya

pertama-tama, lembabkan wajah/daerah yang diinginkan dengan teh yang tersedia, ambil secukupnya. sebelumnya juga boleh mencuci muka.

tips mencampur bahan untuk masker,
teman-teman sediakan dulu wadah untuk masker. masukkan tepung beras ke dalamnya, baru sedikit demi sedikit campurkan dengan teh panas. lalu aduk hingga mengental dan bertekstur lembut. kekentalan ini sesuai selera teman-teman. semakin cair semakin banyak membutuhkan tehnya. tapi jika terlalu cair, sepertinya kurang afdol ya. hehe.

tips memakai maskernya,
oleskan pada wajah atau daerah yang diinginkan. lakukan dengan cepat karena masker ini tidak membutuhkan banyak waktu untuk bisa kering. semakin kental, semakin cepat kering.

sudahhh? nah biasanya saya juga menggunakan timun untuk mata. lalu diamkan sejenak. sekitar 15-20 menit masker akan mengeras karena teh telah meresap ke dalam kulit dan tepung beras juga bekerja. sambil tiduran ya, biar rileksss.

setelah itu, basuhlah wajah atau daerah yang diberi masker dengan air dingin, berguna untuk menutup kembali pori-pori kulit. masker terangkat dan lihaaaattt. wajah menjadi lembab dan cerah bukan? ;)

.

- bagaimana pengaruhnya -

mencerahkan wajah,
menghilangkan jerawat dan anak jerawat,
mengencangkan kulit,
melembabkan kulit,
menghaluskan kulit,
mengecilkan pori-pori,
mengurangi komedo berlebih.

.

apakah cocok dengan kamu?

good luck ya! salam fa-beauty-lous! ;)

Sabtu, 05 Maret 2016

Belanja Online di MatahariMall.com


Assalamualaikum!
Hai fabeas! Kali ini aku bakal menuliskan review berbelanja di salah satu situs belanja online popular yang memakai logo #1 eCommerce itu. Yak! MatahariMall.com!


- dari wikipedia bahasa indonesia, ensiklopedia bebas -

MatahariMall.com adalah situs perdagangan elektronik asal Indonesia yang menyediakan lebih dari ratusan ribu pilihan produk dari segala kebutuhan mulai dari fashion wanita, fashion pria, kesehatan & kecantikan, handphone & tablet, laptop, gadget, elektronik, lifestyle, hobi, hingga keperluan rumah tangga. MatahariMall.com merupakan anak perusahaan dari Grup Lippo yang terkenal dengan usaha retail seperti Hypermart, Matahari Department Store, Books & Beyond, saluran televisi swasta BeritaSatu, layanan internet First Media dan televisi berlangganan Big TV. MatahariMall.com resmi diluncurkan pada tanggal 9 September 2015.

Masuk di bagian yang ditunggu-tunggu yak.

- r e v i e w -

Aku sering berbelanja online di berbagai situs baik dari media social (Instagram, misalnya) maupun situs ecommerce. Dan ini adalah kedua kalinya aku melakukan order di MatahariMall.com. Pada pesanan aku pertama yaitu sekitar bulan Desember 2015 lalu, karena sedang ada diskon besar-besaran Natal dan tahun baru and guess what, mereka memberikan free shipping untuk semua barang tanpa minimal rupiah! Ah yay! Aku emang discount, sale, and free lovers! Oops. Dan hasilnya tidak mengecewakan. Maka aku jadi nggak ragu lagi untuk melakukan order kedua.

Mengapa memilih belanja online di MatahariMall.com?

Mereka menawarkan diskon, gratis ongkos kirim, dan pelayanan yang sangat baik.

Poin pertama tentunya sudah menjawab permasalahan kedua, yaitu
“ mengapa tidak membeli barang itu di minimarket atau toko terdekat saja ”
Nah, jika yang dibeli barangnya sama, kenapa nggak memilih yang bisa lebih murah dan langsung diantar ke rumah?! Well, memang kita harus menunggu, itu kan hal yang mutlak dari berbelanja online. Atau bisa jadi, barang tersebut susah dicari dan kalaupun ada, tokonya jauh. Hehe.

Harga barang di toko yang bisa diakses melalui layar pribadi ini sangat bervariasi.
Ada yang lebih murah dan ada yang sedikit lebih mahal dari harga di pasaran. Kalau terlalu murah apa nggak takut barang palsu/modus penipuan? Yahh, belanja online ini memang riskan. Karena itulah perlu ada review seperti ini untuk menjadi bahan pertimbangan pemirsahh.
Nggak perlu khawatir atau takut berlebihan. Jaman sekarang belanja online sudah menjadi sesuatu yang biasa. Karena kita sudah memasuki pasar global. Dan perlu diketahui bahwa nggak semua pedagang online bermaksud curang.
MatahariMall.com merupakan giant market  yang juga memiliki banyak kerjasama dengan berbagai anak toko dari seluruh nusantara. Tentunya, mereka juga memiliki toko sendiri, and that’s it! Kamu yang ingin berbelanja online aman, boleh jadi pilih penjual dari toko MatahariMall sendiri. Mereka memiliki banyak barang khusunya dari kategori fashion dan tentunya barang terjamin asli.

Gimana fabeas? Tiga poin itu sudah meyakinkan anda sekalian? ><

Dan inilah pendapat aku di setiap tahap berbelanja di mall ‘dua dimensi’ itu.

Rabu, 2 Maret 2016
Aku mendapatkan email langganan dari MatahariMall.com bahwa ada voucher belanja yang berlaku untuk beberapa hari di Bulan Maret ini. Berhubung aku memang sedang ingin membeli sesuatu, jadi aku putuskan untuk memakai jasa perusahaan belanja online ini.



Apa saja langkahnya?

Berbelanja
Biasanya ini membutuhkan waktu yang lama. Apalagi seseorang seperti aku yang hemat dan hati-hati. Nah, sebelum beli suatu produk, aku mencari reviewnya terlebih dahulu. Setelah mengeliminasi serentetan wishlist, akhirnya aku memutuskan membeli empat barang dari dua anak toko.

Mengisi alamat tujuan dan membayar
Setelah selesai memilah-milih barang, aku masuk dilaman Pembayaran. Dan dengan sangat baik hati, MMall ini selalu memberikan respon dengan cepat melalui email dan sms. Oh iya, jangan lupa menyimpan struk transfer jika kamu memilih metode Transfer Bank.



 

 


Konfirmasi pembayaran
Kamu tinggal masuk di halaman pesanan kamu sebelumnya dan lakukan konfirmasi.
Mereka akan mengarahkan kamu ke kolom-kolom yang harus diisi dalam proses ini. Akan ada pilihan upload foto struck untuk metode Transfer Bank. Dan tenggggg. Beberapa jam kemudian MMall langsung memverifikasi pembayaran aku. Kebetulan saat itu memang jam kerja, jadi fast response.
Konfirmasi diterima:
 

Pembayaran diverifikasi:
 

Menunggu
Setelah pembayaran diterima pihak yang bersangkutan, yang kita lakukan tinggal menunggu. Karena aku membeli dari anak toko, butuh enam jam untuk si toko satu memberi tanggapan bahwa mereka telah menerima order dan barang sedang dikirm. Sedangkan toko yang lain mengkonfirmasi dua hari setelahnya.
 
 


Jumat, 4 Maret 2016
  

Barang diterima. Yay!

Sabtu, 5 Maret 2016

Jjanggg! Pagi-pagi udah nerima paket aja. Dan barang lengkap! (padahal toko yang satunya kan baru konfirmasi kemarin). Cepat bukan? Apalagi kalo kita punya banyak kegiatan, jadi nggak berasa nunggunya.

Ini tampak luar paket yang saya terima dari JNE, media pengiriman yang dipakai oleh seller.


Sedangkan ini isinya, barang nggak rusak karena dibungkus sangat rapi dan terlindungi.

Overall, kamu bisa percaya deh melakukan transaksi belanja online di MatahariMall.com! J